Konferensi Internasional Young Scientist (ICYS) 2010

Juni 20, 2010

Departemen Pendidikan Nasional Indonesia sebagai tuan rumah acara ini telah mempersiapkan sebaik mungkin untuk menyambut Konferensi Internasional Young Scientist (ICYS) 2010. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk mengangkat budaya meneliti di High School. delegasi Indonesia’s penelitian adalah hasil dari pilihan di tingkat kabupaten di seluruh Indonesia. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mempopulerkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi kuat dalam sains dan matematika penelitian, dan juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia untuk anak-anak muda dari seluruh dunia. Seperti dijelaskan oleh, Dr Sungkowo M.

Melalui acara ini, prospek pada penelitian ilmiah di masa depan akan terus mengembangkan dan memperbaiki. Itu karena minat remaja untuk penelitian mulai dari sekolah sampai tingkat Internasional. Meneliti budaya diharapkan akan memicu dan memotivasi siswa lain untuk mencintai meneliti dan sastra. Oleh karena itu, kami berharap bahwa penelitian ilmiah seperti ini akan mengasimilasi dalam budaya kita dan akan berguna bagi masyarakat. Sebelum bersaing di forum internasional, siswa Indonesia bergabung OPSI, kompetisi penelitian nasional ilmiah, pada November 2009. Mereka yang dipilih sebagai yang terbaik, kemudian melanjutkan ke proses mentoring dan karantina untuk periode waktu untuk mempersiapkan ICYS 2010.

Newsletter download

Iklan

17th International Conference of Young Scientists (ICYS) di Bali

Juni 17, 2010

Indonesia bakal menjadi tuan rumah lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) yang diikuti pelajar dari 19 negara. Pada ICYS yang dilaksanakan di Bali pada 12-17 April nanti ini, Indonesia menargetkan juara umum. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto mengatakan, pada ajang ICYS di Polandia tahun lalu Indonesia berhasil menjadi juara umum. “Saya menaruh keyakinan karena ini di kandang sendiri. Mudah-mudahan cita-cita kita tercapai menjadi juara umum,” kata Suyanto saat pelepasan peserta ICYS di Jakarta, Kamis (8/5/2010). Pada penyelenggaraan di Pszcyna, Polandia, itu Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang menduduki peringkat pertama dan menjadi juara umum. Indonesia meraih enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Disusul Belanda di peringkat kedua dengan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Adapun peringkat ketiga diraih Amerika Serikat dengan tiga medali emas, Rusia di peringkat keempat, serta Polandia di peringkat kelima dengan perolehan masing-masing dua emas. ICYS merupakan lomba penelitian ilmiah remaja bergengsi tingkat dunia di bidang Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi. Kompetisi ilmuwan remaja dari berbagai negara ini dimaksudkan untuk menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam mengembangkan keilmuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh umat manusia di dunia. Lomba ini diadakan setiap tahun di Eropa dengan negara peserta dari daratan benua Amerika dan Asia. Untuk pertama kalinya, ICYS digelar di Asia dan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. Pada ajang ICYS kali ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 12 siswa SMA terpilih dari seluruh Indonesia. Mereka adalah Dita Nurtjahya (SMAN 1 Sungailiat, Kepulauan Bangka Belitung); Dwiky Rendra Graha Subekti (SMA Theresiana 1 Semarang); Florencia Vanya Vaniara (SMA Santa Laurencia Serpong); Muhammad Kautsar (SMAN 6 Yogyakarta); Andreas Widi Purnomo (SMA Santa Laurensia Serpong); Miftah Yama Fauzan (SMAN 1 Sidoarjo); Fauqiah Tambunan (SMA Mutiara Bunda Bandung); Rizal Panji Islami (SMAN 3 Bandung); Ilham Naharudiansyah (SMA Lab School, Kebayoran Jakarta); Sonny Lazuardi N (SMAN 5 Bandung); Aria Dhanang Dewangga (SMAN 5 Bandung); serta Oki Novendra (SMAN 1 Bogor).

Materi Fisika untuk mengajar

Juni 7, 2010

Materi pdf sebanyak 30 halaman sangat bagus untuk kit gunakan mengjar di kelas X. Silakan mendownload file tersebut.

Tinggal save dan copy dan anda bisa memindahkannya ke flashdisk.

.:: DOWNLOAD ::.

Meksiko Miliki Dinosaurus Tanduk Panjang

Juni 3, 2010

KOMPAS.com — Tim peneliti yang terdiri dari para ahli paleontologi Universitas Utah dan Museum Sejarah Alam Utah, Amerika Serikat, menemukan spesies baru dinosaurus yang disebut Coahuilaceratops magnacuerna. Dinosaurus itu diperkirakan hidup sekitar 72 juta tahun lalu di sekitar Meksiko hingga bagian barat Amerika Utara.

Para ahli memperkirakan, dinosaurus itu panjangnya sekitar 22 kaki atau 6,7 meter, tinggi sekitar dua meter dan beratnya sekitar 4,5 ton. Uniknya, di bagian kepala, tepat di atas mata dinosaurus itu terdapat tanduk yang panjangnya sekitar 122 sentimeter. ”Tanduk ini merupakan yang terpanjang untuk jenis dinosaurus,” Mark Loewen, ahli paleontologi dari Museum Sejarah Alam Utah.

Para peneliti menemukan fosil hewan pemakan tumbuhan ini di lapisan batuan formasi Cerro del Pueblo, di Gurun Coahuila, Meksiko. Ekspedisi dan penelitian intensif untuk mencari jejak Coahuilaceratops magnacuerna sudah dilakukan sejak 2002 hingga 2003 lalu di Gurun Coahuila. Penelitian ini didanai National Geographic Society dan Universitas Utah, Amerika Serikat.

”Penemuan ini sangat penting dan menambah pengetahuan kita tentang dinosaurus yang hidup di Meksiko. Penemuan ini juga sekaligus menjadi elemen penting dalam mengungkap misteri kuno benua pulau ini,” kata Scott Sampson dari Museum Sejarah Alam Utah. Rencananya, spesies dinosaurus bertanduk ini akan dipublikasikan dalam buku New Perspectives on Horned Dinosaurus yang diluncurkan pekan depan. (THY)

Draf Modul Fisika SMA

Juni 1, 2010

Draf Modul Fisika SMA adalah sebuah produk dari Departemen Pendidikan Nasional Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Jakarta, 2007. Sebuah file pdf yang mempunyai halaman 131 halaman ini berisikan tentang materi fisika untuk SMA.

Berikut daftar isinya:

Pengantar iii
Daftar Isi iv

  1. PENDAHULUAN 1
  2. PEMBELAJARAN 1 Listrik Statis
  3. PEMBELAJARAN 2 Listrik Dinamis
  4. PEMBELAJARAN 3 Kemagnetan
  5. PEMBELAJARAN 4 GGL induksi
  6. PEMBELAJARAN 5 Arus Bolak-balik
  7. PEMBELAJARAN 6 Piranti Semikonduktor
  8. PEMBELAJARAN 7 Optika terapan
  9. EVALUASI

Silahkan mendownload jika anda merasa membutuhkannya, dan untuk kritik dan saran silahkan di kotak komen! Semoga bermanfaat!

Konsep Impuls, Momentum dan Tumbukan dalam Flash

Mei 31, 2010

Saat kita menerangkan Bab Impuls, Momentum dan Tumbukan akan mengalami kesulitan jika menggunakan metode ceramah. Berikut ini akan saya berikan sebuah link untuk mendapatkan file flash yang memudahkan para guru dan siswa untuk mempelajari bab ini.
Saya ambil dari blog kawan SMA di Ciamis. (Thanks bro!..)

Semoga bermanfaat.

Blog untuk media pembelajaran

Mei 26, 2010

Kerap kita jumpai beberapa guru mata pelajaran di sekolah-sekolah yang sudah menggunakan basis IT (Information Technology) menggunakan blog dalam menyampaikan materi, pemberian tugas ke siswa dan keperluan akademis lainnya.

Tuntutan kepada seorang guru dewasa ini semakin meningkat, hal ini sangat bagus mengingat sekarang sudah ada program sertifikasi yang diusung oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Ibarat seorang petinju, maka ketika seorang guru sudah bersertifikasi berarti dia bukan lagi guru amatir atau guru yang baru belajar mengajar.

Terkait dengan sertifikasi, aksi guru di lapangan sangat beragam dalam membuktikan dia sudah profesional. Diantaranya adalah dengan menggunakan sebuah blog sebagai alat penghubungan pembelajaran kepada para siswa di sekolah.

Contoh blog pakarfisika.com, blognya pak rudy adalah beberapa blog yang sudah dipakai dalam penggabungan antara dunia maya dengan menjelaskan fisika.

Diharapkan dengan adanya inovasi-inovasi ini, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dengan penduduk yang cerdas dan beramal soleh.

Materi Mikroskop dalam Format Flash

Mei 20, 2010

Jika sekarang anda seorang guru kelas 8 yang mengajar di sekolah menengah pertama maka anda sekarang tentunya mengajar masalah mikroskop. Disini ada file flash yang bagus untuk anda gunakan dalam mengajar.

Selamat menikmati

DOWNLOAD

Duh, Tak Lulus UN Bunuh Diri

Mei 12, 2010

JAMBI, KOMPAS.com – Mengejutkan! Wahyu Ningsih (19), siswi sebuah SMKN di Muaro Jambi yang kemarin tewas menelan racun jamur tanaman, ternyata peraih nilai ujian nasional tertinggi di sekolahnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ningsih, demikian kawannya biasa memanggil, mendapat nilai delapan untuk Bahasa Indonesia. Dalam SMS yang dikirim sebelum menelan racun, gadis itu mengaku sangat syok karena amplop berisi keterangan kelulusan menyebutkan bahwa ia harus mengulang tes Matematika pada bulan Mei nanti.

“Kami sebenarnya diingatkan oleh guru supaya membuka amplop setelah sampai rumah saja,” kata Mimi, rekan Ningsih, saat mengenang kejadian Senin siang lalu.

Menurut Mimi, Ningsih menjadi satu satunya murid yang tak lulus di antara siswa kelas III di sekolahnya. Mungkin karena itu pula Ningsih sangat sulit ditenangkan ketika sedang histeris. Saking terpukulnya, Ningsih malah sempat rebah di tanah, membiarkan pakaiannya kotor.

Ia lantas diantar pulang ke rumahnya di Desa Muara Jambi oleh satu rombongan. Para pengantar tersebut terdiri atas lima guru dan tiga siswi teman dekatnya. Selama dalam perahu yang mengantarkan mereka menyeberangi Sungai Batanghari, Ningsih tetap tak henti menangis.

Masih menurut kesaksian Mimi, sekitar pukul 14.30 rombongan tiba di rumah orangtua Ningsih. Para pengantar pun tak langsung pulang. Mereka tetap menemani dan menghibur Ningsih selama sekitar sejam. “Tapi, selepas asar, sekitar pukul empat, dia kirim SMS kepada saya. Ia meminta saya dan kawan kawan supaya datang ke rumahnya nanti malam dan menjelaskan ketidaklulusannya kepada orangtuanya,” kata Salmi (18), sahabat Ningsih yang lain.

Pesan pendek itu lantas disambungkan kepada Mimi. Keduanya sepakat untuk mendatangi rumah Ningsih pada Senin malam. Namun, ketika mereka datang ke rumah Ningsih sekitar pukul 19.30, sahabat mereka itu telah dilarikan ke rumah sakit.

Ternyata Ningsih melakukan upaya bunuh diri. Ia diperkirakan melakukan tindakan meracuni diri sekitar pukul 15.30 atau 16.00. Itu terjadi setelah kakaknya pergi meninggalkan rumah untuk membantu persiapan hajatan di rumah tetangga.

Paman korban, Subrata (29), mengatakan, sebelum menelan serbuk fungisida, Ningsih telah mengeluhkan ketidaklulusannya kepada kakaknya, Haris. Sepengetahuannya, Ningsih bercerita bahwa ia khawatir akan mendapat marah dari orangtuanya. Sang kakak pun sempat menenangkannya.

Selepas itu, Ningsih terlihat tenang. Ia bahkan sempat mencuci pakaian seragamnya yang kotor, juga mengambil air wudu dan shalat. Sayangnya, ketika sang kakak pulang ke rumah sekitar maghrib, Ningsih sudah dalam kondisi lemas di dalam kamarnya. Mulut gadis itu pun berbusa. Gadis malang itu lantas dilarikan ke Rumah Sakit Bratanata, Kota Jambi.

Ketika mobil yang mengangkutnya mampir di Desa Jambi untuk mengisi bensin, denyut nadi Mingsih masih terasa. Namun, nasib berkata lain, nyawanya tetap saja tak tertolong begitu sampai di rumah sakit sekitar pukul 19.00.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar

Mei 6, 2010

Guna menumbuhkan minat belajar para siswa maka guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar.

Jakarta, Senin (24 November 2008)–Guna menumbuhkan minat belajar para siswa maka guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar. Sementara untuk memberikan pengayaan terhadap dirinya guru juga dituntut kreatif mengembangkan kemampuan mengajar dan mengembangkan pedagogik dalam proses pembelajaran. Wawasan guru juga diharapkan tidak terjebak pada buku teks semata.

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Depdiknas Baedhowi mengatakan, untuk menumbuhkan minat belajar siswa maka seorang guru dituntut mampu menerapkan cara belajar yang menarik. “Jiwa enterpreneurship yang dimiliki oleh seorang guru bukanlah enterpreneurship seperti seorang pengusaha, tetapi terkait kreativitas, ” katanya usai membuka Seminar Meningkatkan Enterpreneurship Guru di Depdiknas, Jakarta, Selasa (28/10/2008) .

Baedhowi mengatakan, praktek-praktek yang dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kreativitasnya yakni dengan kreatif dalam belajar dan berketerampilan. Dia menyebutkan, keterampilan seperti memasak dan membuat alat peraga pendidikan yang sederhana merupakan contoh nyata sebuah kreativitas. “Guru-guru membuat alat peraga sederhana itu suatu kreativitas. Jadi yang namanya belajar tidak harus beli alat dari pabrik, tetapi bisa bikin sendiri. Bejana berhubungan bisa dibikin sendiri. Untuk menjelaskan pelajaran Matematika dapat menggunakan lidi,” ujarnya.

Lebih lanjut Baedhowi mengatakan, untuk mengajarkan anak didik pengetahuan tentang hitung dagang dapat dilakukan sambil bermain. Siswa, kata dia, dapat diajak belanja ke pasar lalu diminta menghitung dan mencatat pembelian yang dilakukan. Siswa juga dapat diajak ke koperasi sekolah lalu diminta menanyakan harga kemudian dibukukan. “Siswa diperkenalkan dan diminta mempraktekkan menggunakan buku kas,” katanya.

Tika Bisono, pemateri seminar, mengatakan, sebagai seorang karyawan seharusnya dapat memberikan nilai tambah kepada institusinya. Pada saat memberikan nilai tambah itu, kata dia, terdapat unsur mengembangkan institusi dengan kemampuan dirinya. “Keterampilan lain yang tidak masuk job desk inilah sebenarnya basis dari enterpreneurship, ” katanya.

Tika mencontohkan, cikal bakal enterpreneurship seorang guru dapat dilakukan dengan menyapa tukang kantin sekolah dan tukang sapu. Menurut dia, perilaku seorang guru menyapa mereka ini sudah merupakan suatu basis enterpreneur untuk mengembangkan imej orang-orang yang melihat bahwa sekolah itu ramah. Perilaku ini, lanjut dia, lalu menular ke murid-muridnya. “Bukan karena disuruh guru harus mengatakan selamat pagi ke semua orang, tetapi cuma karena si anak itu melihat gurunya melakukan hal itu (menyapa) ke orang lain. Itu enterpreneur! ” ujarnya.

Pembelajaran, kata Tika, tidak hanya dilakukan melalui buku teks. Anak-anak, kata dia, dibangkitkan pengetahuan dan kecintaannya terhadap belajar justru dari kecakapan hidup atau life skills. “Sumber kecakapan hidup itu dapat berasal dari pengalaman hidup para guru sendiri,” katanya.

Tika mengamati, hubungan antara guru dan siswa pada saat ini masih kurang komunikatif. Dia mencontohkan, dari para peserta seminar yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar sampai sekolah menengah atas mengaku belum memiliki buku penghubung. Buku ini, kata dia, berfungsi sebagai media komunikasi antara orangtua siswa dengan guru. Orangtua siswa, kata dia, dapat memanfaatkan buku penghubung untuk mengetahui perkembangan anaknya, serta mengetahui isu-isu yang terjadi di sekolah. “Buku penghubung adalah media yang paling murah dan sederhana,” katanya.